Pembeli: “Mas, telornya berapa sekilo?”
Penjual: “Telor ayam atau telor bebek?”
Pembeli: “Telor ayam.”
Penjual: “Telor ayam biasa atau ayam kampung?”
Pembeli: “Ayam biasa.”
Penjual: “Yang lokal atau yang import?”
Pembeli: “Yang lokal aja.”
Penjual: “Yang lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor atau Depok?”
Pembeli: “Yang Jakarta deh…” (Sambil terlihat kesal).
Penjual: ” Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?”
Pembeli: “Mas ini jual telor atau mau jalan-jalan?”
Penjual: “Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli sampe dia dateng.”
================================
seorang wartawan mewawancarai satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat (seekor monyet sirkus yang bisa ngomong).
m : monyet
w : wartawan
w: nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: bica.
w: waktu pesawat take-off orang-orang ngapain aja?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak (maksudnya lagi memperagakan cara menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku ikut duduk-duduk.
w: setelah 10 menit di udara, orang-orang ngapain?
m: penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku makan pisang.
w: setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang jalan-jalan (ke toilet, dll), pramugari jalan-jalan melayani penumpang), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku duduk-duduk.
w: setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan(ke ruang pilot), pilot pegang setir.
w: kamu ngapain?
m: aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).
w: setelah 45 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot merespon.
w: kamu ngapain?
m: aku pegang setir.
======================================
Di sebuah ruas jalan protokol Jakarta Pusat, terpasang rambu-rambu Lalu Lintas yang bertuliskan “LURUS JALAN TERUS”
Ketika seorang pemuda pengendara sepeda motor melaju kencang di jalan tersebut, tiba-tiba, ada pengendara sepeda motor di depannya yang menghentikan motornya secara mendadak. Akibatnya, si pemuda ini pun harus menghentikan motornya segera untuk menghindari tertabraknya motornya dengan pengendara di depannya itu. Dia pun mulai turun dari motornya menghampiri si pengendara itu dan berkata,
“Hei, Mas! Kenapa kamu berhenti mendadak di depan saya? Itu bisa membahayakan saya, tahu?! Baca tuh! Rambu-rambu di sana, LURUS JALAN TERUS!” kata si pria muda itu dengan nada kesal.
Sesaat kemudian, “Maaf, Mas!” jawab si pengendara sepeda motor sambil membuka helmnya, “Saya kan kriting, Mas!”
======================================
Ada sebuah cerita tentang seorang wanita yang diceraikan suaminya dan ia dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 12 tahun.Kemudian ia menikah lagi dengan laki-laki lain setelah satu tahun hidup tanpa suami.
Bekas suaminya agak cemas tentang keadaan anaknya. Disuatu kunjungan akhir pekan, bekas suami ini bertanya kepadanya anaknya, “Bagaimana hubunganmu dengan ayah tirimu? baik?”
“Luar biasa!,” jawab anaknya, “Dia membawa saya berenang setiap pagi, kami pergi ke sebuah danau. Dia mengayuhkan saya ke tengah danau dan saya berenang kembali ke tepi danau.”
“Bukankah itu pelajaran renang yang sangat bagus dan bermanfaat untuk seorang anak seusia kamu?” tanya si ayah.
“Yaaah, lumayan juga. Hanya saja, bagian yang paling sulit adalah pada waktu saya harus berusaha berenang sambil keluar dari karung.”

lebih asyik kalau cerita langsung ya, Pa Arifin (kebetulan saya membaca blog ini ketika saya sedang piket malam di kantor) salam buat keluarga.
Oleh: muslim on 8 Agustus, 2008
at 2:49 pm