Oleh: Arifin | 19 November, 2007

Awali Perusahaan Anda Dari Divisi Marketing


Alhamdulillah di awal pekan ini saya bisa menuliskan artikel ini setelah beberapa hari off tidak menulis dikarenakan kesibukan lain. Melanjutkan pembahasan kita di rubrik seputar bisnis kali ini saya akan memfokuskan bagaimana anda sekalian memulai untuk mendirikan/memiliki usaha sampingan untuk mendapatkan uang tambahan.
Belajar dari beberapa rekan dan juga yang sudah kami (saya dan istri saya) jalankan dalam memulai usaha mungkin ada beberapa tips yang dapat kami bagi.
1. Pilihlah jenis usaha/bidang usaha yang merupakan hobi/kegemaran anda
bila anda adalah seorang yang sangat gemar dengan pernik-pernik komputer (hardware, software, install, service, perkembangan harga komputer dll) maka akan lebih baik bila anda memilih usaha sampingan anda adalah yang berkaitan dengan komputer itu sendiri. Bila anda adalah seorang ibu-ibu yang hobi masak (masak kue atau lainnya….) maka cobalah usaha anda bidang catering. Bidang anda penggemar fashion dan pernik-perniknya maka tidak ada salahnya cobalah memulai usaha bidang itu. Bila anda tipe orang yang suka (maaf) berdandan, saya yakin anda tahu betul tentang make up dan accesoriesnya jadi kenapa tidak terjun bisnis di bidang tersebut. Dan masih banyak lagi lainnya tidak bisa saya sebut satu persatu. Tapi anda tidak perlu terbebani sesuatu yang sempurna misalnya : usaha bidang komputer tidak harus anda punya counter atau sewa ruko tapi berbekal dari pengetahuan dan sedikit peralatan service serta luasnya pergaulan, pasti diantara sekian banyak kenalan anda pasti punya komputer dan mungkin butuh up grade, service, install dan lainnya. Dan juga untuk bidang usaha yang lain tidak harus sempurna terlebih dahulu. Hitung-hitung menyalurkan hobi gitu….
Alasannya adalah :
a. Sebagai sarana menyalurkan hobi dan hal ini tidak akan membuat anda merasa terbebani sebagai sebuah pekerjaan,
b. Untuk improvisasi, belajar kembali dan mencari tahu sesuatu yang menjadi hobi adalah suatu kesenagang dan kepuasan sendiri, jadi anda tidak akan langsung berhitung untung rugi,
c. Akan lebih cepat memahami, menyesuaikan bila hobi anda itu adalah sesuatu yang dinamis (selalu berkembang) misal bidang komputer tadi,
d. Lebih mudah mengentahui peluang dan potensi mengembangkan sesuatu yang menjadi hobi kita. Karena kita sudah terbiasa berurusan dengan hobi tersebut,
e. Kemungkinan terburuk apabila kita mengalami kegagalan (belum berhasil) dari sisi perhitungan usaha (belum dapat untung maksudnya….) kita tidak akan merasa rugi banget karena usaha yangkita lakukan tersebut merupakan penyalluran hobi yang kita senangi. Ingat ketika anda melaksanakan hobi anda butuh biaya juga…khan……
Sekarang identifikasilah semua hal yang menjadi hobi anda, karena andalah yang lebih tahu diri anda dari pada orang lain ?????
2. Pertimbangkan waktu yang kita miliki
Mungkin anda termasuk orang yang memiliki banyak hobi dan kegemaran, sehingga agak bingung memilih hobi mana yang kira-kira cocok untuk dijadikan pilihan usaha. Hal yang cukup penting diperhatikan adalah masalah waktu. Ingat tujuan kita adalah ingin memiliki usaha sampingan artinya bukan kegiatan utama kita sehari-hari, sehingga jangan sampai mengganggu pekerjaan kantor anda (bila anda seorang karyawan). Nanti bisa-bisa anda kena PHK karena terlalu asyik dengan usaha sampingan anda ketimbang pekerjaan kantor, permasalahannya akan semakin rumit, alih-alih mau cari uang tambahan tapi pendapatan utama melayang. Jangan sampai seperti pepatah ” hilang kapak karena cari sebatang jarum” (bener apa salah ya…pepatahnya….)
3. Pertimbangkan masalah modal
Alasan yang sering muncul ketika kita punya niat untuk membuat usaha sampingan biasanya adalah masalah modal (maksudnya uang). Dalam dunia usaha modal adalah segala sesuatu yang bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan usaha yang kita miliki. Misal : niat yang kuat, ketrampilan, kemampuan manajerial, peluang, network, yang salah satunya adalah uang. Sebagian besar kita Insya Allah memiliki modal tersebut, dan setiap orang bervariasi. Ada yang punya niat kuat untuk usaha tapi tidak punya uang, tapi sebaliknya punya uang banyak tapi tidak memiliki keinginan untuk bisnis dalan lain sebagainya. Kembali ke permasalahan. Dari sekian hobi yang kita miliki dan waktu yang tersedia maka kemudian pilih hobi yang kira-kira dari segi pembiayaan tidak terlau besar. Hal ini sebagai antisipasi supaya kita dapat segera mencoba untuk melaksanakan. Tapi sebetulnya untuk modal yang berupa uang bisa kita selesaikan dengan cara partner dengan orang lain (usaha patungan maksudnya). Tapi anda harus mencari orang yang seide dan seirama.
4. Teknik memulainya
Bila tiga faktor diatas sudah kita indentifikasi dan kita pilih, maka sekarang bagaimana kita memulainya. Sebagaimana judul yang saya tulis diatas hal teraman (menurut saya….) adalah memang memulai usaha dari divisi marketing. Maksudnya anda jangan terburu-buru memproduksi barang atau kemudian menyetok barang yang banyak di rumah anda. Sebaiknya anda masuk pada jalur distribusi yang sudah ada.
Saya ambil contoh usaha di bidang pakaian. Nanti silahkan anda terapkan pada bidang usaha lain yang anda pilih.
Anda indentifikasi terlebih dahulu komunitas-komunitas yang biasa anda ikuti (misal liqo, majelis taklim, tempat kerja, arisan, posyandu, pkk, tempat sekolah anak anda dll…..) dari sekian banyak komunitas tadi anda bisa menganalisa kira-kira kebutuhan mereka yang terkait pakaian itu seperti apa? Bisa pakaian kerja, pakaian santai, pakaian anak-anak, kerudung, pakaian sekolah atau aksesories lainnya. Setelah anda dapatkan daftar kebutuhan tersebut, kemudian anda datanglah ke toko pakaian dimana anda biasa belanja untuk kebutuhan anda atau mungkin anda punya teman yang menjadi agen/distributor sebuah produk pakaian, atau lainnya….. sampaikan kepada mereka (agen pakaian maksudnya…) bahwa anda bermaksud untuk menjadi reseller/agen penjualan, dan sampaikan bahwa anda memiliki pangsa pasar yang luas. (sampaikan identifikasi komunitas tadi). Serta jangan lupa buat perjanjian kepada agen tersebut bahwa pembayaran yang anda lakukan adalah dengan cara tempo sekian hari (biasanya bisa sampai 1 bulan/tergantung kondisi dan tingkat kepercayaan). Bila ini sudah berhasil maka anda sudah bisa mulai untuk berbisnis pakaian kepada semua komunitas yang anda miliki. Mulai sekrang banyak-banyaklah silaturahim (silaturahim akan memperluas rizki dan memperpanjang usia, al-hadist) dan jangan pernah malu sambil bawa barang dagangan anda atau sampelnya atau mungkin cukup gambarnya saja, tergantung yang tersedia.
Apabila sudah terjadi transaksi dengan konsumen anda maka yang mesti diperhatikan juga adalah : sebisa mungkin transaksi cash and carry atau cash on delivery, artinya ada barang ada uang. Tapi biasanya tidak semua orang membawa uang dalam jumlah banyak bila menghadiri suatu acara, dan calon konsumen anda tersebut tertarik dengan barang yang anda bawa maka bisa dibayar secara tempo tapi waktunya jangan lebih dari 1 bulan, supaya anda tidak perlu nobokin dulu ke supplier anda. Jadi modal uang yang kita butuhkan relatif lebih kecil karena tidak harus belanja barang.
Bila hal ini sudah berlangsung dari wktu ke waktu dan pesanan/pelanggan anda mulai banyak, mungkin anda bisa mulai menyediakan stock barang yang paling laku (menurut hasil evaluasi penjualan anda), maksudnya anda beli cash pada supplier anda jangan semuanya minta tempo (ingat supplier anda juga butuh uang untuk diputar lagi dan juga hubungan bisnisnya menjadi saling menguntungkan otomatis tingkat kepercayaan kedua belah pihak juga meningkat). Anda juga bisa mulai mencari alternatif uang modal untuk mengembangkan usaha anda ini untuk menambah stock barang dagangan anda. Dan mungkin anda juga bisa mulai membuat display yang menarik disudut ruang tamu anda stock brang dagangan yang anda miliki tersebut. Hal lain yang kadang terlewatkan adalah sesering mungkin mengkondisikan supaya orang mau datang ke rumah anda, misalnya: mintalah giliran liqo, pengajian atau arisan sesekali (kalo bisa sesering mungkin) bertempat di rumah anda. Jadi secara tidak langsung promosi gratis, orang yang datang ke rumah anda pasti akan melihat barang dagangan anda, dan tinggal aksi anda untuk membuat orang semakin tertarik dengan dagangan anda tersebut.
Kita berasumsi bisnis anda semakin berkembang. Makin lama makin banyak pelanggan dan pesanan dan variasi produk juga semakin banyak. Dari titik inilah anda baru mulai memikirkan untuk dapat memproduksi sendiri, terutama produk-produk yang tingkat perputarannya tinggi. Tapi jangan dibayangkan bahwa harus anda yang menjahitnya. Sekarang waktunya anda jalin kerjasama dengan tukang jahit langganan anda. Tawarkan anda akan membuat produk dalam jumlah yang cukup banyak sehingga nada bisa nego ongkos jahitnya semurah mungkin. Dan sebaiknya pernik-pernik bahan jahitan anda sediakan semua (benang, kancing, kain keras dll….) jadi tukang jahitnya hanya tinggal potong kemudian jahit, biasanya bisa lebih murah. Dan seterusnya saya yakin pada kondisi tersebut anda sudah mulai bisa membaca peluang bisnis yang ada pada bidang bisnis yang anda geluti. Misal anda mengajukan penawaran ke sekolah anak anda yang masih TK/SD untuk mengambil borongan seragam sekolah atau mungkin seragam gurunya….
Bagaimana tertarik………. selamat mencoba……….. semoga sukses. Jangan lupa sambil berdo’a Amin.
 by Arifin


Responses

  1. apakah yang melatar belakangi munculnya atau terbentuknya majelis taklim di suatu perusahaan yang anda ketahui? mohon jawabannya

  2. betu betul betul


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: