Oleh: Arifin | 12 Maret, 2008

“STOP GLOBAL WARMING!”


  

Anda Ramah Lingkungan? 

Hidup cerdas tidak cukup dengan buang sampah di tongnya saja.  

Ada banyak langkah-langkah kecil yang akan membuat sebuah lompatan besar.  

Caranya? Mencoba untuk kurangi emisi karbon yang setiap hari kita lepaskan ke atmosfer.  
Anda bisa jadi salah satu Climate Heroes yang turut memperlambat laju dampak global  warming dan climate change!   Mulai dengan tip-tip berikut ini.  
Kalau bukan kita, siapa lagi? 
“Hemat listrik, yuk!” 

“Buat apa? Kan masih mampu bayar!” 

Rata-rata kita baru merasa perlu ketika tagihan membumbung, kan. 

Pakai listrik seperlunya. 

Kenapa harus menunggu krisis untuk jadi pengguna yang bijak? 


SMART SAVING, SMART LIVING! 
    Di Rumah, kantor, dan sekolah 

  1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (lampu, televisi, komputer, stereo, mesin  cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan: saat makan siang, rapat, pulang  kantor, dst. Jangan meninggalkannya dalam keadaan stand-by. Mereka masih  mengonsumsi listrik! 
  2. Beli alat elektronik dengan model paling hemat energi.  
  3. Memasak air minum? Didihkan sesuai kebutuhan. Untuk mandi, gunakan pemanas  tenaga matahari. Dan, dijaga jangan sampai air mengalir terus menerus.  
  4. Bersihkan saringan penghisap debu, termasuk saringan AC. Saringan yang  tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih  banyak listrik. 
  5. Manfaatkan cahaya matahari dan angin yang alami secara optimal di siang hari.  Buka jendela lebar-lebar. Nyalakan lampu saat menjelang sore. Jangan lupa lampu  diganti dengan lampu hemat energi. Dan, lampu dijaga selalu bersih supaya terang  dengan maksimal. 
  6. Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya. Isi lemari es  secukupnya. Terlalu penuh akan menghalangi sirkulasi udara pendingin. Sama  halnya ketika kita memasukkan makanan/minuman panas. Ini akan membuat kulkas  bekerja lebih keras. 
  7. Atur suhu AC sesuai kebutuhan. Karena semakin dingin suhu semakin banyak  energi listrik yang diperlukan. 
  8. Gunakan mesin cuci hanya bila cucian Anda banyak. Atau, sesuai kapasitas. Lalu, isi  air sesuai petunjuk. Gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami.  Mesin cuci yang efisien mampu menghemat air hingga 1.500 liter per tahun. Hemat  listrik, hemat air, hemat biaya! 
  9. Bersihkan bagian bawah setrika dari kerak/kotoran. Setrika otomatis lebih hemat  listrik. Atur setrika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.  
  10. Cegah kebocoran air pada kran atau pipa.  
  11. Pertimbangkan untuk membeli laptop dibanding desktop atau personal computer  karena laptop lebih hemat 5 kali lipat dibanding desktop. Ketika Anda sudah memiliki  desktop dianjurkan menggunakan layar monitor LCD dibanding CRT.  
  12. Bila perlu, atur “energy audit” secara berkala untuk gedung Anda. Para ahli energi  akan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang  bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien. Audit ini  biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai  oleh semua pemakai gedung.  

HITUNG SENDIRI PEMAKAIAN LISTRIK ANDA 

Biaya listrik = Total kWh (jumlah pemakaian listrik) x lama pemakaian dalam jam x  Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan) 
Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut www.pln.co.id 

Golongan R1 (< 2200 VA), 1 kWh = Rp 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh  Golongan R2 (2200 VA – 6600 VA), 1 kWh = Rp 575,- 
Golongan R3 (>2200 VA), 1 kWh = Rp 621,- 
Misalnya, untuk sebuah lampu berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap  harinya, konsumen di kelompok R1 harus membayar   = 0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 9,150,- sebulan.  
Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt,  konsumen hanya perlu membayar   = 0.02 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 1,830,- sebulan.  
Ganti Lampu 100 watt dengan lampu 20 Watt untuk pemakaian 10 jam/hari. 

Coba dihitung: 

•  Penghematan energi listrik/bulan:  

 (100W-20W) x 10 jam/hari x 30 hari = 2400 Wh = 2,4 kWh 
•  Penghematan biaya/bulan:  

•  Tarif R1 (< 2.200 VA) =  rata-rata Rp. 320,- /kWh 

 2,4 kWh x Rp. 320,-  =  Rp. 768,-  

•  Tarif R2 (2.200 – 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh  

2,4 kWh x Rp 575,- = Rp. 1.380,-  

•  Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh  

•  2,4 kWh x Rp 621,- = Rp.1,490,-  
*  Emisi CO2 yang direduksi/bulan: 

 Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (1998) = 781.2621 gram/kWh   2,4 kWh x 781.2621 gr/kWh =  1.875 g = 1,875 kg CO2 
Ini baru 1 alat elektronik. Ada berapa alat elektronik di rumah Anda?  
GO GREEN! 
Dengan berhemat listrik, Anda sudah melakukan satu langkah untuk perubahan.  

Anda bisa mengubah dunia bila melanjutkannya dengan langkah-langkah lain ini. 
Peduli Transportasi  

  1. Hindari bepergian dengan pesawat terbang apabila jarak tempuh kurang dari 500  km.  
  2. Gunakan sepeda untuk perjalanan pendek, selain hemat energi, itu akan membuat  Anda bugar! Gunakan kendaraan umum untuk perjalanan sedang. 
  3. Lebih suka pakai mobil? Perhatikan hal-hal ini: 
  •  
    • Ajak rekan-rekan sejurusan untuk pergi bersama-sama. 
    • Beli kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Gunakan bahan bakar bebas timbal. 
    • Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik. 
    • Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%. 
    • Usahakan untuk memanaskan mobil dalam posisi berjalan karena kan lebih cepat panas. Anda hemat bahan bakar.  
    • Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat. 
    • Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam  jarak 100 km 

Hidup Minimalis alias Efisien 

Cara hemat paling efektif adalah pakai seperlunya. Semakin sedikit Anda membeli,  semakin sedikit pula Anda menggunakan energi. Sederhana, kan? Bayangkan kalau  perubahan gaya hidup simpel ini dilakukan semua orang. Hasilnya tentu saja besar.  

  1. Tanam pohon di halaman rumah. Pohon besar dapat menahan angin keras, panas  matahari langsung, dan menyerap karbon. Sebisa mungkin pilih yang sedikit  menyerap air.  
  2. Batasi penggunaan kertas. Mau nge-print? Cetak bolak balik. Atau, gunakan  kertas bekas yang salah satu sisinya masih kosong. Makin banyak kertas atau tisu  dipakai, makin banyak pohon ditebang.  
  3. Beli sekaligus banyak. Anda tidak membutuhkan bungkus banyak-banyak juga.  Lebih sedikit energi? Pasti. “NO PLASTIC BAGS, please!” 
  4. Organik? Why not? Selain membunuh hama, pestisida membunuh mikroorganisme  yang menahan karbon tetap berada di dalam tanah. Tanah tidak lagi subur secara  alami.  
  5. Konsumsi makanan lokal. Jika produk makanan ini tak perlu didistribusikan dalam  jarak jauh berarti lebih sedikit CO2 yang dikeluarkan dari mobil pengangkutnya.  
  6. Beli satu jenis produk, bukan dua atau lebih produk yang sama. Semisal, Anda  hanya butuh sepasang sepatu, bukan dua atau tiga pasang sepatu dalam satu  waktu.  
  7. Sebelum membeli barang, cek apakah terdapat logo daur ulang yang menunjukkan  bahwa produk itu dapat didaur ulang.  
  8. Buka-buka lemari pakaian Anda. Berapa banyak yang tak terpakai? Pilih dibiarkan  saja atau sumbangkan kepada orang lain yang lebih butuh?  
  9. Beli produk berkualitas yang tahan lama. Anda akan lebih sedikit membeli barang.  
  10. Kreatif dengan barang-barang yang Anda gunakan untuk bekerja, bermain, dan  bersenang-senang. Tak perlu membeli produk baru untuk memulai aktivitas.  Gunakan yang Anda punya dengan kreatif.  

Terakhir, yang paling simpel dan penting, buang sampah pada tempatnya.  
Yes, we can make a difference! 
Informasi lebih lanjut: 

Program Iklim dan Energi 

WWF – Indonesia  

climate@wwf.or.id  www.wwf.or.id/climate 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: