Oleh: Arifin | 14 April, 2008

Rejeki Bukan Matematika


Oleh Abdul Rahman Jamil
Ayolah, kapan lagi mau menikah? Kamu kan sudah cukup umur, sudah bekerja pula dan secara agama hukumnya sudah menjadi wajib loh!. Ngga usah takut ngga cukup. Rejeki itu tidak seperti hitungan matematika, serahkan saja semua kepada Allah. Begitu selalu yang dikatakan teman-teman saat saya selalu mempertimbangkan masalah keuangan sebagai salah satu alasan mengapa belum menikah.

Percakapan itu terjadi beberapa tahun lalu, saat saya gamang dalam keputusan untuk menikah atau tidak. Syukurnya, saya lebih memilih untuk melangkah maju dibanding mundur teratur untuk tidak membicarakan lagi masalah pernikahan.


Dan ternyata teori rejeki bukan matematika itu ternyata benar adanya. Mana pernah saya menduga sebelumnya, bahwa dengan berkeluarga justru keadaan ekonomi saya meningkat. Dibanding saat sendiri dulu keadaannya boleh dibilang sangat bertolak belakang.
Dengan gaji yang saya terima saat bujangan dulu, tanpa menanggung biaya kontrak rumah, makan cuma satu mulut dan tak ada tetek bengek biaya rumah tangga, toh tabungan saya tak pernah lebih dari enam digit.
Malah sebaliknya, justru saat saya harus menafkahi isteri dan anak-anak ternyata saya bisa mencukupi kebutuhan minimal mereka, sesekali berwisata dan masih ada sisa untuk ditabung untuk persiapan tak terduga. Dari mana semua itu? Secara logika, seharusnya keadaan ekonomi saya morat marit, karena toh gaji yang saya terima jumlahnya tidak terlalu berbeda jauh saat bujangan dulu.
Jawabannya adalah, semua karena kebesaran Allah dan kepasrahan kepada kehendak-Nya. Allah selalu memberikan rejeki yang tidak pernah saya duga –duga sebelumnya. Ada saja tawaran kerja sampingan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dan semua itu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami dan bahkan bisa ditabung pula.
Maka semakin yakinlah saya akan kebenaran janji Allah dalam Alqura-an..”. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar..(memudahkan jalannya untuk sukses)”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS.65:2-3)
Nah, sekarang apalagi yang menjadi penghalang bagi muslimin untuk menikah, kalau Allah telah menjamin semuanya?
Brisbane, 13 April 2008


Responses

  1. Barokallah…
    Wah, jadi nambah semangat untuk mempersiapkan menikah…do’ain ya Mas…
    Salam untuk keluarga

  2. assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Kesadaran itu memang harus ditumbuhkan di kalangan ikhwan sehingga mereka tidak menunda menikah hanya karena alasan ketidaksiapan finansial. Ini penting mengingat saat ini banyak jumlah akhwat yang telah berusia rawan (berdasarkan tinjauan kesehatan reproduksi) namun mereka belum menikah.
    Jangan sampai kemudian menunda menikah dengan alasan ketidaksiapan finansial namun kemudian ketika siap menikah menikahnya dengan akhwat yang usianya lebih muda… dan melupakan tanggung jawab sosial pernikahan atas akhwat yang seangkatan dengan mereka ini. Ini kan miris. Walau ikhwan juga manusia.

    wassalam

  3. mengena sekaLi dgn hidupku…smga sy juga dimudahkan untuk menikah..amien…
    mohon doa nya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: