Oleh: Arifin | 13 Juni, 2008

Jual Telor ????…..


Pembeli: “Mas, telornya  berapa sekilo?”
Penjual: “Telor ayam atau telor bebek?”
Pembeli: “Telor  ayam.”

Penjual:  “Telor ayam biasa atau ayam kampung?”
Pembeli: “Ayam biasa.”

Penjual: “Yang lokal atau yang  import?”
Pembeli:  “Yang lokal aja.”

Penjual: “Yang lokalnya mau yang dari  Jakarta, Bogor atau Depok?”
Pembeli: “Yang  Jakarta deh…” (Sambil terlihat kesal).

Penjual: ” Mau yang  Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?”
Pembeli: “Mas ini jual telor atau mau  jalan-jalan?”
Penjual: “Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama  pembeli sampe dia dateng.”

================================

seorang wartawan mewawancarai satu-satunya  penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat (seekor monyet sirkus yang bisa  ngomong).

m : monyet
w : wartawan

w: nyet, bisa cerita penyebab kecelakaan?
m: bica.

w: waktu pesawat take-off orang-orang  ngapain aja?
m:  penumpang duduk-duduk, pramugari gerak-gerak (maksudnya lagi memperagakan cara  menghadapi kecelakaan), pilot pegang setir.

w: kamu ngapain?
m: aku ikut duduk-duduk.

w: setelah 10 menit di udara, orang-orang  ngapain?
m:  penumpang duduk-duduk, pramugari jalan-jalan (membagikan snack), pilot pegang  setir.

w: kamu  ngapain?
m: aku  makan pisang.

w: setelah 20 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang jalan-jalan (ke  toilet, dll), pramugari jalan-jalan melayani penumpang), pilot pegang setir.

w: kamu  ngapain?
m: aku  duduk-duduk.

w: setelah 30 menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang tidur-tiduran, pramugari jalan-jalan(ke ruang pilot), pilot pegang setir.

w: kamu ngapain?
m: aku jalan-jalan (ngikutin pramugari).

w: setelah 45  menit, orang-orang ngapain?
m: penumpang ketiduran, pramugari mencium pilot, pilot  merespon.

w: kamu  ngapain?
m: aku  pegang setir.

======================================

Di sebuah ruas jalan protokol  Jakarta Pusat, terpasang rambu-rambu Lalu Lintas yang bertuliskan “LURUS JALAN TERUS”

Ketika seorang pemuda  pengendara sepeda motor melaju kencang di jalan tersebut, tiba-tiba, ada pengendara sepeda  motor di depannya yang menghentikan motornya secara mendadak. Akibatnya, si pemuda ini pun harus menghentikan motornya segera untuk menghindari tertabraknya motornya dengan pengendara di depannya itu. Dia pun mulai turun dari motornya menghampiri si pengendara itu dan berkata,

“Hei, Mas! Kenapa  kamu berhenti mendadak di depan saya? Itu bisa membahayakan saya, tahu?! Baca tuh! Rambu-rambu di  sana, LURUS JALAN TERUS!” kata si pria muda itu dengan nada  kesal.

Sesaat  kemudian, “Maaf, Mas!” jawab si pengendara sepeda motor sambil membuka helmnya,  “Saya kan kriting, Mas!”

======================================

Ada sebuah cerita tentang seorang wanita yang  diceraikan suaminya dan ia dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 12  tahun.Kemudian ia  menikah lagi dengan laki-laki lain setelah satu tahun hidup tanpa suami.

Bekas suaminya  agak cemas tentang keadaan anaknya. Disuatu kunjungan akhir pekan, bekas suami ini bertanya  kepadanya anaknya, “Bagaimana hubunganmu dengan ayah tirimu? baik?”

“Luar biasa!,” jawab anaknya,  “Dia membawa saya berenang setiap pagi, kami pergi ke sebuah danau. Dia mengayuhkan saya ke  tengah danau dan saya berenang kembali ke tepi danau.”

“Bukankah itu pelajaran  renang yang sangat bagus dan bermanfaat untuk seorang anak seusia kamu?” tanya si ayah.

“Yaaah, lumayan  juga. Hanya saja, bagian yang paling sulit adalah pada waktu saya harus berusaha berenang sambil  keluar dari karung.”


Responses

  1. lebih asyik kalau cerita langsung ya, Pa Arifin (kebetulan saya membaca blog ini ketika saya sedang piket malam di kantor) salam buat keluarga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: