Oleh: Arifin | 9 September, 2008

Mengusir Gelisah Hati


Ada sebuah artikel yang cukup bagus yang saya peroleh dari sebuah milis HRD, berikut saya share semoga bermanfaat….

Dijaman ini, begitu banyak hal yang bisa menjadikan hati kita
gelisah. Kenaikan gaji yang nyaris habis dikikis inflasi. Harga sayur-
mayur yang menguras uang dapur. Uang sekolah anak-anak yang kadang
menyesakkan. Juga sang gadis pujaan hati yang tidak kunjung menerima
cinta kita. Kerena kegelisahan itu, kita menjadi sulit tidur. Dari
sulit tidur, lalu kita dihinggapi depresi. Kemudian berkembang
menjadi stress berkepanjangan. Untuk mengobatinya; kita meminum obat
tidur ditambah anti-depresan dan anti-ansietas. Memang, banyak orang
yang tertolong dengan obat-obatan semacam itu. Tetapi, dalam jangka
panjang mereka harus menaikkan dosis untuk menghasilkan efek yang
sama. Sehingga, akhirnya malah menjadi ketagihan. Adakah alternatif
lain selain obat-obatan semacam itu?

Dijaman dahulu kala, obat-obatan seperti itu belum ada. Begitu pula
dengan lembaga pelatihan yang menyajikan topik `Stress Management’.
Sehingga, orang-orang pada masa itu harus mencari jalan keluar lain,
seperti yang dikisahkan dalam sebuah dongeng. Dongeng tentang seorang
lelaki yang sedang dihinggapi oleh kegelisahan hati. Dia mendatangi
seorang bijak ditengah gurun pasir yang bernama bukit Shofa. Lalu
bertanya;”Tuan, apa rahasianya sehingga Tuan begitu tentram dalam
menghadapi hidup yang serba sulit ini?”

Orang bijak itu berkata;”Aku tahu sebuah rahasia,” katanya, “tapi aku
tidak bisa mengatakannya kepadamu,” lanjutnya.

Lelaki itu menahan kecewa sambil berkata:”jika Tuan tidak
mengatakannya, bagaimana saya mengetahuinya?”

“Engkau bisa membacanya,” kata sang bijak, seraya mengarahkan
telunjuknya kesebuah gundukan pasir dibukit Marwa. “Disana,” lanjut
beliau. “Ada selembar kulit kambing yang menyimpan rahasia itu.
Raihlah kulit kambing itu, dan bacalah apa yang tertulis padanya.”
Katanya. “Jika engkau bisa mengamalkannya, maka hatimu akan terbebas
dari rasa gundah dan gelisah.” Lalu, orang bijak itu beranjak pergi.

Seketika itu juga, sang lelaki berlari ke bukit Marwa. Setelah
mencari-cari diseluruh penjuru bukit itu, akhirnya dia berhasil
menemukan kulit kambing yang diceritakan oleh sang bijak tadi. Dia
bergegas membuka lembaran kulit kambing itu. Dan disana, didapatinya
sebaris kalimat aneh yang berbunyi;”Alaa bidzikrillaahi tathma-innul
quluub….” Sejenak dia berpikir, apa arti kalimat itu. Oh, dia
teringat masa kecil dulu, ketika gurunya bercerita tentang rahasia
itu. Perlahan-lahan dia teringat pula bahwa kalimat itu berarti,
bahwa:’hanya ada satu cara untuk menjadikan hati kita tenang, yaitu;
dengan mengingat Tuhan’.

Orang-orang yang senantiasa mengingat bahwa mereka mempunyai Tuhan
tempat bersandar; dijamin akan merasa tenang dihatinya. Betapa tidak?
Didunia ini ada begitu banyak hal yang diluar jangkauan kemampuan
manusia. Sehingga, mengandalkan kemampuan diri sendiri saja
seringkali tidak cukup. Lagipula, masalah kita bisa datang silih
berganti. Saat kita terbebas dari suatu masalah, masalah lain serta
merta menggantikan.

Ketika teringat kepada Tuhan, kita kembali disadarkan bahwa tidak ada
kekuatan yang melebihi kekuatan Tuhan. Sehingga, saat kita meminta
kepadaNya untuk diberi kekuatan, maka kita mendapatkan kekuatan dari
sang pemilik kekuatan itu sendiri. Itu membuat kita memiliki kekuatan
untuk terus menjalani hidup. Tidak peduli sesulit apapun dia mendera
kita.

Selain itu, kita juga kembali disadarkan bahwa Tuhan itu maha adil.
Dia tidak mungkin menghukum orang-orang yang berbuat kebajikan.
Sebaliknya, tidak mungkin Dia membiarkan orang-orang yang berbuat
jahat, menindas sesama manusia, merampas hak orang lain, dan
bertindak sewenang-wenang. Sebab, tidak ada satu mahlukpun yang bisa
terbebas dari pengawasanNya. Jadi, disaat kita harus melakukan
tindakan-tindakan yang baik, kita yakin bahwa Tuhan mendukung kita
dibelakang. Namun, ketika terbersit dihati kita untuk melakukan
sesuatu yang kurang baik. Atau merugikan orang lain. Atau mengambil
hak orang lain, kita teringat bahwa Tuhan menyaksikan. Mudah-mudahan
kita ditunjukkan kepada jalan yang lurus lagi.

Mengingat Tuhan, berarti menjadikan Tuhan sebagai backing kita. Jika
kita membayar orang-orang berpengaruh untuk menjadi backing kita,
rasanya hati kok tenang sekali ya? Apalagi jika yang menjadi backing
adalah sang maha pemilik kekuatan dan kekuasaan mutlak. Oleh karena
itu selain mendapatkan ketenangan hati, orang-orang yang selalu
mengingat Tuhan juga bisa menasihati dirinya sendiri dengan
mengatakan; “Cukuplah Tuhan sebagai pelindungku”.

Jadi, untuk terbebas dari kegelisahan hati, kita bukan harus
bergantung kepada obat-obatan. Melainkan semakin banyak mengingat
Tuhan. Karena “Alaa bidzikrillaahi tathma-innul quluub….”. Hanya
dengan mengingat Tuhan, hati kita menjadi tenang. Bayangkan. Jika
setiap hari kita bisa mengingat Tuhan. Maka setiap hari. Hati kita.
Menjadi tenang.

Catatan Kaki:
Kesulitan mungkin sengaja ditimpakan Tuhan kepada kita, supaya kita
lebih mudah untuk mengingatNya.


Responses

  1. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Pak, saya agung dan ade (angk 11). saya mau tanya,bapa punya referensi tempat buat PI ga?maaf pak lewat blog, soalnya kita ga tau no hp bapa?ditunggu balasannya. terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: