Oleh: Arifin | 21 April, 2009

Ketika Ujian Nasional itu Tiba


Mulai kemarin (Senin, 20 April 2009) Ujian Nasional untuk tingkat SMU/SMK sudah dilaksanakan. Banyak orangtua siswa yang “stress” karena anaknya sedang menghadapi ujian nasional. Memang aneh yang ujian anaknya tapi yang stress orangtuanya. Di negeri ini memang serba aneh. Pada tahun sebelumnya pemerintah, dalam hal ini Presiden dan Mendiknas menghadapi gugatan class action dari para orangtua murid yang anak-nya tidak lulus UN. Dan menjadi tambah aneh lagi beberapa diantara anak-anak yang tidak lulu UN justru sudah diterima masuk ke perguruan tinggi.


Terlepas dari berbagai keanehan tersebut mari kita tengok pelaksanaan UN pada tahun 2009. Jadwal pelaksanaan Ujian Nasional adalah sebegai berikut :  SMA/MA   (20 – 24 April 2009), SMK/SMALB  (20 – 22 April 2009), SMP/Mts (27 – 30 April 2009) dan SD/MI (12 – 14 Mei 2009). Pelaksanaan UN hampir mirip dengan pelaksanaan pemilu, karena soal dijaga ketat oleh aparat kepolisian layaknya surat suara. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya tingkat kejujuran para pendidik dan juga siswanya yang hampir selalu mencari celah bagaimana caranya mendapat bocoran soal. Menjelang pelaksanaan ujian nasional biasanya kunjungan ke warnet meningkat dan yang menjadi favorit adalah situs yang menyediakan bank soal ujian. Mereka tidak peduli apakah bank soal tersebut sesuai dengan kurikulum atau tidak. Yang lebih menyedihkan lagi adalah keterlibatan pihak sekolah secara massif dalam upaya ”pelulusan” anak didiknya. Ada kisah dari teman saya yang berprofesi jadi guru di SMA swasta. Dia pernah berujar bahwa pada saat menjelang ujian seperyi menjadi waktu yang paling dilematis. Di satu sisi dia ingin jujur dengan hasil pencapaian anak didiknya tapi di sisi lain dia dipaksa oleh kepala sekolah agar tingkat kelulusan siswa sesuai target dari Dinas Pendidikan. Maka yang terjadi adalah di hari ujian dia diminta datang pagi-pagi untuk mengerjakan soal terlebih dahulu dan hasilnya akan didistribusikan kepada siswa yang sedang melaksanakan ujian hari itu dengan berbagai cara.
Ada beberapa sekolah yang mengadakan dzikir bersama untuk menghadapi ujian nasional. Tidak salah memang tapi akan lebih baik jika itu nilai yang terkandung dalam maksud dzikir bersama itu selalu disampaikan, ditanamkan, dilaksanakan setiap pelajaran agama. Sehingga pemahaman akan perlu dan pentingnya berdoa tidak hanya pada saat-saat merasa sulit saja.
Standar kelulusan pada tahun ini dinaikkan dari 5,25 menjadi 5,5. Semoga ujian nasional tahun ini lebih baik dan lebih bersih dari berbagai kecurangan agar dapat melahirkan generasi yang benar-benar cerdas bukan generasi yang lulus karena dikatrol dan ”dibantu”


Responses

  1. le cara bikin vote yg di atas postingan gimana, , ,?

  2. lek cara bikin vote diatas postingan gimana, , ,?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: