Oleh: Arifin | 31 Juli, 2009

PANDEMI INFLUENZA, Panduan Praktis Bagi Masyarakat


sender Stevie

Sejarah telah mencatat, pada abad yang lalu telah terjadi tiga kali peristiwa pandemi Influenza yaitu:
Ke satu “Flu Spanyol” di Amerika Serikat akibat penyebaran virus Influenza (H1N1) tahun 1918-1919 yang telah menyebabkan kematian sekitar 40-50 juta orang; kemudian
ke dua yaitu “Influenza Asia (H2N2)” yang menyebabkan kematian sekitar 2-4 juta penduduk; serta kejadian ke tiga berupa “Flu Hongkong (H3N2)” pada tahun 1968 dan menyebabkan kematian sekitar 1 juta orang.

flu h1n1Sehubungan dengan hal tersebut, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperingatkan semua negara bahwa virus Avian Influenza (H5N1) yang saat ini telah menyebar di banyak negara di Dunia, berpotensi risiko signifikan untuk menyebabkan terjadinya pandemi Influenza berikutnya pada manusia, yang kemungkinan sama hebatnya dengan pandemi yang terjadi pada tahun 1918/1919 yang bakal menyebabkan kematian jutaan orang diseluruh dunia.

APA ITU PANDEMI INFLUENZA?
Pandemi adalah suatu kondisi dimana wabah penyakit yang telah menyebar ke berbagai Negara dan atau keseluruh belahan dunia. Pandemi Influenza merupakan penyebaran Influenza pada manusia secara global sebagai akibat dari penyebaran virus influenza baru “Novel Influenza Virus” (mutasi kombinasi virus tipe A sub tipe H5N1 dan virus influenza musiman/seasonal influenza virus).

Berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Sedunia WHO), proses perkembangan pandemi Influenza dibagi menjadi 6 fase yaitu: fase 1 dan fase 2 (tahap interpandemi); fase 3, 4 dan 5 (tahap waspada pandemi); dan fase 6 (tahap pandemi).

pandemi

CARA PENULARANNYA

Ada tiga cara penularan virus yang dapat terjadi pada saat pandemi influenza yaitu penularan melalui kontak, droplet, dan udara (airborn).

Penularan melalui kontak Terjadi manakala adanya kontak kulit yang sudah terkontaminasi (kontaminasi kulit akibat kontak kulit dengan kulit penderita flu yang terkontaminasi) dengan permukaan tubuh seperti mukosa mata atau hidung. Penularan melalui kontak juga dapat terjadi jika ada kontak seseorang yang rentan dengan objek tercemar yang berada di lingkungan penderita flu.

Penularan melalui percikan (droplet) Terjadi melalui kontak dengan cairan dari mata (konjungtiva), membran mukosa hidung atau mulut individu yang rentan oleh percikan partikel besar (>5 ?m [mikron] ) yang mengandung mikroorganisme. Berbicara, batuk, bersin dan tindakan seperti pengisapan lender dan bronkoskopi dapat menyebarkan organism. Biasanya droplet hanya tersebar melalui jarak yang pendek lewat udara tapi bisa mengenai mata, mulut, atau hidung orang yang tidak menggunakan alat pelindung,
atau mengenai permukaan lingkungan sekitar. Droplet tidak melayang terus di udara.

Penularan melaui udara (airborne) Terjadi melalui penyebaran partikel kecil [< 5 um] ke udara, baik secara langsung atau melalui partikel debu yang mengandung mikroorganisme infeksius. Partikel ini dapat tersebar dengan cara batuk, bersin, berbicaradan tindakan seperti bronkoskopi atau pengisapan lendir. Partikel infeksius dapat menetap di udara selama beberapa jam dan dapat disebarkan secara luas dalam suatu ruangan atau dalam jarak yang lebih jauh. Pengelolaan udara secara khusus dan ventilasi diperlukan untuk mencegah transmisi melalui udara.

Para ahli memprediksikan skenario penularan virus pada saat pandemi influenza selanjutnya adalah melalui kontak dan droplet, karena relative dapat lebih dikendalikan jika dibanding dengan penularan melalui udara. Tetapi, semua kemungkinan harus dipersiapkan dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.

APA YANG HARUS DI LAKUKAN
Individu
1. Jaga jarak – Tetaplah berjarak minimum 1 meter dari orang lain. Tidurlah di tempat tidur sendiri, jika tidak memungkinkan jauhi tidur berdekatan dengan orang lain sejauh 1 meter pada ruangan yang cukup udara. Gunakan masker untuk menghindari tertularnya virus ke diri kita. Hindari tempat-tempat umum dan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Hindari pergi ke daerah yang terjadi wabah influenza.

2. Lakukan etika batuk dan bersin – Tutup mulut saat bersin/ batuk dengan tissue/saputangan. Tissue harus langsung dibuang ke tempat sampah. Jangan saling pinjam pakai saputangan. Saputangan harus dicuci dengan sabun

3. Jaga Kebersihan – Cucilah tangan dengan sabun pembersih tangan sesering mungkin khususnya setelah bersin/batuk, sesudah dari toilet, sebelum menyiapkan makanan.
Bersihkan seluruh peralatan yang ada di rumah terutama yang banyak disentuh/dipegang 2 hari sekali. Jangan meludah dan buang ingus/lendir secara sembarangan.

4. Jaga Kesehatan – Makanlah makanan yang sehat dan bergizi, jika memungkinkan tambah dengan suplemen vitamin. Sebisa mungkin tetap berolah raga yang tidak memerlukan kontak dengan orang banyak (contoh : senam, treadmill, bersepeda, dll).

5. Cari Informasi – Ikuti informasi terkini (berita resmi dari pemerintah) melalui melalui berbagai macam media.

Individu yang sakit / suspek flu
1. Periksakan Segera – Periksakan segera diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lain jika dirasa timbul gejala flu yang tidak biasa. Peberian obat antiviral akan efektif jika diberikan dalam waktu 24-48 jam pertama setelah terinfeksi.

2. Tetap di rumah – Berdiamlah di rumah selama 7 hari sampai dirasa telah sehat kembali, lebih baik jika mempunyai kamar pribadi. Hindari kontak dengan orang lain sebisa mungkin dan menjauh dari kantor atau sekolah selama sakit. Gunakan masker ketika berdekatan dengan orang lain.

3. Istirahat – Beristirahat akan membuat nyaman dan tubuh Anda akan menggunakan energinya untuk melawan infeksi.

4. Banyak Minum Air – Banyaklah meminum air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena demam. Jika air seni kita berwarna gelap, kita perlu meminum lebih banyak air. Pantau temperatur tubuh dan catat pada pagi,siang dan sore serta malam.

5. Jangan merokok, karena hal tersebut sangat mengiritasi saluran udara yang bisa dirusak oleh virus.

6. Cari pertolongan- jika Anda tinggal sendiri, seorang single parent, atau bertanggung jawab untuk merawat seseorang yang cacat atau lumpuh, Anda sebaiknya menghubungi seseorang utnuk membantu Anda sampai Anda merasa lebih baik.

KELUARGA
Keluarga Di Rumah
1. Lapor – Laporkan ke petugas kesehatan jika timbul gejala pada anggota keluarga setelah kontak dengan anggota keluarga yang sudah terinfeksi sebelumnya.

2. Stok logistik – Siapkan suplai air bersih dan makanan untuk dua minggu atau lebih. Siapkan radio dan batu baterai cadangan untuk mendengarkan berita. Siapkan peralatan masak dan suplai bahan bakar untuk memasak

3. Waspada – Hati-hati dengan lendir/cairan hidung dan mulut jika ada anggota keluarga yang sakit seperti flu, khususnya anak kecil, agar tidak menyebarkan virus.

4. Ajari anak – Ajari anak-anak pentingnya membersihkan tangan setelah batuk, bersin dan menyentuh bahan-bahan kotor. Karena anak-anak, cenderung menyentuh muka, mata dan mulut dengan tangan kotor.

Keluarga Penderita di Fasilitas Kesehatan
1. Patuhi peraturan – Ikuti aturan yang berlaku di area fasilitas kesehatan. Dilarang mondar-mandir di area fasilitas kesehatan. Dianjurkan untuk berada di ruang tunggu khusus, kecuali jika diperlukan oleh petugas kesehatan

2. Periksakan diri – Periksakan diri jika muncul gejala ILI.

3. Gunakan Masker – Keluarga penderita diharuskan mengenakan masker setiap saat, dan tetap tinggal di area karantina. Buang masker bekas pakai dan sampah pada tempat yang telah disiapkan.

Pengelolaan tempat Ibadah

1) Sosialisasi – Memberikan informasi mengenai pandemi dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya kepada seluruh jamaah melalui mading, buletin, dll. Menyarankan kepada jamaah yang terlihat kurang sehat untuk dapat beribadah di rumah saja.

2) Jaga Kebersihan – Menyediakan antiseptic dan obat kumur di kamar kecil. Membersihkan lantai setiap selesai shalat berjamaah.

3) Menata ruang – Membuka semua jendela dan pintu agar udara dapat bersikulasi dengan sangat baik. Menghindari menggunakan karpet untuk mengurangi penularan. Menjauhkan jarak antar shaf meskipun tetap rapat dalam satu shaf

Perkantoran dan Pengelola Pelayanan Esencial
1. Penguatan internal – Analisa potensi yang ada termasuk lingkungan di sekitar perusahaan, rencanakan kondisi tersulit dari dampak pandemi berupa penutupan perusahaan atau instalasi vital di salah satu daerah. Identifikasi kegiatan utama dan orang-orang yang memegang peranan utama/penting dalam lembaga usaha dari hulu ke hilir. Aktivasi panitia untuk menjalankan rencana kedaruratan. Siapkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut hal-hal yang sulit bagi perusahaan seperti pembuatan model kerja yang dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor, mengatur alur distribusi dalam keadaan darurat termasuk aspek keamanan, dll. Lakukan kaji ulang kebijakan berdasarkan perkembangan penyakit.

2. Sosialisasi – Diskusikan di tingkat manajer tetang pandemi. Sampaikan informasi tentang bahaya pandemi influenza, ancaman bagi perusahaan, serta rencana perusahaan menghadapi pandemi influenza ke seluruh karyawan.

3. Koordinasi eksternal – Lakukan koordinasi intensif kepada pemasok termasuk langkah-langkah antisipasi menghadapi kondisi terburuk yang dialami pemasok. Usahakan pelayanan antar di level pengguna (masyarakat).

PENUTUP

Pandemi influenza adalah permasalahan kesehatan yang menjadi tanggung jawab bersama antara antara pemerintah dan masyarakat. Tidak ada yang dapat mengetahui kapan dan diman pandemi akan terjadi, tetapi kesiapsiagaan mutlak dilakukan untuk meminimalisir risiko atau dampak yang akan ditimbulkan oleh pandemi influenza.
Lakukan langkah TEPAT (Tenang – Pahami – Tanggap) dalam menghadapi pandemi influenza. Kebersamaan menghadapi pandemi influenza akan mengoptimalkan pembatasan penyebarannya.

Pesan Pemerintah Mencegah Penularan
FLU H1N1-2009, ambil tindakan
TEPAT

TEnang, PAhami, Tanggap
1. Anda harus mencari informasi tentang semua jenis influenza (flu atau pilek). Pastikan Anda selalu mencari informasi tentang wabah influenza baik yang bersifat musiman atau yang mematikan dan sebarkan informasi tersebut kepada anggota keluarga serta orang-orang terdekat Anda.

2. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sangat penting untuk menjaga kebersihan diri dan mencegah penularan influenza serta banyak penyakit menular lainnya

3. Anda harus praktekan etika batuk dan bersin: Tutupi hidung dan mulut saat bersin dan batuk, dengan menggunakan tisu atau lengan dalam Anda. Hindari meludah di tempat-tempat umum; gunakan masker atau penutup hidung lainnya dan buanglah tisu kotor penyeka hidung Anda di tempat sampah atau cucilah sapu tangan Anda hingga bersih.

4. Nilai dan amati kondisi yang beresiko menularkan flu. Jaga jarak dari pasien influenza paling tidak satu meter. Apabila menderita flu tinggalah di rumah, istirahat dan hindari perjalanan ke luar rumah serta hindari perkumpulan orang banyak. Segera periksakan diri ke dokter jika flu bertambah buruk. Info lebih lanjut hubungi:

SMS center: 0812 80 000 358. CALL center: Posko klb DEPKES: (021) 425 7125

Sumber DEPKES RI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: