Oleh: Arifin | 17 Desember, 2009

HIDUP ADALAH PILIHAN


Bahagia atau sengsara merupakan respon dari suatu kejadian atau peristiwa yang kita alami. Satu peristiwa yang sama akan mendapat respon atau tanggapan yang berbeda oleh masing-masing individu. Sebagai contoh yang paling umum adalah terkait masalah harta dan kekayaan.

Banyak diantara kita yang berfikir bahwa teman, saudara, tetangga kita yang memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang lumayan dan fasilitas yang mendukung akan kita anggap bahwa mereka adalah sosok yang sukses dalam kehidupan dan akan merasa bahagia. Dengan asumsi bahwa sebagian besar kebutuhan ekonominya dapat dengan mudah terpenuhi.

Sebaliknya untuk tema, saudara, ataupun tetangga kita yang masih serabutan kerjanya, dengan penghasilan yang pas-pasan kadang-kdang kita memandang sebelah mata atas keberadaan mereka. Akan banyak pertanyaan yang dimunculkan, apakah penghasilnnya cukup untuk menghidupi anak istrinya ? Apakah mampu untuk menanggung biaya sekolah, biaya kesehatan, biaya cicilan rumah, biaya rekreasi, bayar listrik, bayar ini, bayar itu. Dan pertanyaan utamanya adalah ” Apakah dengan kondisi seperti itu mereka berbahagia??

Hidup adalah pilihan, bahagia atau sengsara adalah respon yang kita pilih terhadap permasalahan, peristiwa maupun kejadian yang kita alami.

Saudara sekalian yang dirahmati Allah SWT,
Harta adalah salah satu hal yang dapat membuat bahagia, tetapi kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan harta. Bahkan tidak jarang kecukupan harta malah membawa bencana.
Lupa akan tanggungjawab sosial terkait dengan kepemilikan harta
Lupa bahwa harta hanya sarana dan sementara
Lupa bahwa dalam harta yang kita miliki ada sebagian hak orang lain yang harus ditunaikan
Lupa bahwa harta yang kita peroleh adalah karunia dari Allah SWT
Kelupaan-kelupaan tersebut akan mendorong diri menjadi pribadi yang sombong, angkuh, pelit, cinta dunia dan takut mati.

Saudaraku,
Rasulullah SAW pernah menjelaskan dalam sebuah hadistnya bahwa kemiskinan dapat mendekatkan kepada kekufuran. Banyak ajaran/syariat Islam yang membutuhkan harta untuk menunaikannya dengan sempurna diantaranya adalah, Zakat, infaq, shodaqoh, ibadah haji, mendirikan masjid & sarana ibadah lainnya. Untuk itu marilah kita bekerja dan berusaha dengan optimal agar memiliki harta yang cukup untuk mendukung segala amal ibadah kita sehingga dapat menjadi muslim yang kaffah.

Jadi kepemilikan harta yang berlimpah tidak otomatis menjadikan seseorang untuk berbahagia, tergantung pilihan menjadi bahagia atau sengsara. Jadi pilihannya adalah menjadi muslim yang berharta lagi bersyukur atau jadi muslim yang miskin tetapi bersabar??. Hidup adalah pilihan, peristiwa atau kejadian tidak terlalu penting, tetapi yang penting adalah bagaimana kiat mensikapinya untuk menjadi seorang muslim yang kaffah

Waalahua’lam bishowab

Stasiun Tanjung Barat, 15 Desember 2009

About these ads

Responses

  1. mantep saya setuju itu
    sukses terus.
    dan jangan mau di perbudak oleh uang
    harta to apapun yang bersipat
    sementara di duoia ini…!

  2. Harta dan Uang adlah titipan allah s.w.t.
    kita cuma untuk menjalkannya saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: