Oleh: Arifin | 22 April, 2010

Mengubah Persepsi Untung Rugi


Sebagian manusia mengira, kebahagiaan, kesejahteraan, keberuntungan, dan kemenangan itu terletak pada pencapaian harta kekayaan yang melimpah. Tiga TA (Harta, Tahta & Wanita). atau 3 P (Power, Position, Property)

Nilai sukses menurut Islam diukur pada kemampuannya menjaga fitrah, lahir suci dan kembali suci. Orang yang bahagia dan benar-benar beruntung adalah yang dapt memberikan kebaikan paling banyak. Berikut beberapa ayat yang menjelaskan akan hal tersebut :

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al-Ashr : 1-3)

“… maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung…” (Ali Imran : 185)

“… sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya…” (Asy-Syam : 9-10)

“Katakanlah, Sesungguhnya orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang merugikan diri merka sendiri dan kelaurganya pada hari Kiamat, Ingatlah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyat.” (Az-Zumar: 15)

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta untuk dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (Al Muthaffifiin : 1-3)

“Kecelakaan besarlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang megumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya…” (Al Humazah : 1-3)

“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang riya’ dan enggan (menolong dengan) barang yang berguna.” (Al Ma’uun : 4-7)

Inilah ajaran Islam meluruskan persepsi mengenai untung rugi. Pada saat manusia mengukur sukses dan gagal dari sisi materi duniawi, tetapi Islam menanamkan konsep terbalik. Iman–yang sempurna—tidak berdiri sendiri tetapi selalu terkait dengan ibadah, amal sholih, dan akhlaq.

dikutip dari : Zero to Hero (Sholikhin Abu Izzudin)


Responses

  1. yup.. menurutku untung rugi seorang muslim harus difikirkan hingga dampak jangka panjangnya.. salam sukses Bung..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: