Oleh: Arifin | 25 Mei, 2010

Krisis, adalah peluang bagi yang bermental pemenang


Perubahan mendadak, yang membuat orang kehilangan keseimbangan, membuat perusahaan kehilangan keseimbangan, membuat sebuah keluarga kehilangan keseimbangan. Berbicara keseimbangan, ibarat menaiki sepeda, maka jika melaju cukup mudah menjaga keseimbangan, namun semakin lambat maka semakin berat untuk tetap selamat.

Beberapa cara untuk terhindar dari krisis, akan saya tuliskan disini. Semoga bisa memberikan isnpirasi pada pribadi, keluarga maupun organisasi dan perusahaan.

Melatih ketajaman.

Sebuah mobil kijang menyerempet motor disampingnya. Dinding kiri robek dan sekaligus, pengendara motornya terjungkal. Usut punya usut, sang pemilik mobil cuek terhadap spionnya yang sudah pecah. Akibat spion pecah inilah sopir kijang tak bisa memperhatikan pengendara lain yang ada di samping kirinya.

Kreatifitas berfikir tidak sekedar menciptakan hal baru, hal berbeda, namun juga melatih kemampuan melihat hal hal yang akan terjadi. Antisipasi adalah hasil proses berfikir kreatif. Melihat yang belum jelas, dan mendengar yang masih samar.

Berlatih berfikir kreatif, bisa menghasilkan pribadi pribadi dan organisasi yang proactive. Lebih siap menerima perubahan apapun. Lebih mampu mengambil peluang dan bisa menjadi yang pertama menikmati apapun dari setiap perubahan yang terjadi.

Bergerak

Tidak hanya manusia yang kalau jarang bergerak akan mudah krisis. Tidak sehat, terkena penyakit dan kurang produktif. Namun juga sebuah organisasi akan mudah krisis ketika tidak pernah melakukan perubahan atau perbaikan.

Setiap perubahan, akan merangsang team untuk berfikir, menemukan hal baru dan jalan baru yang lebih baik. Bahkan bisa untuk mengenali mentalitas team, apakah cukup memiliki komitment terhadap organisasi, atau komitmen terhadap "GAJI" pribadinya yang lebih tinggi, karena cara pikir yang pendek.

Buatlah pergerakan pergerakan, perubahan perubahan, maka organisasi anda akan sehat dan fit. Lebih sensitif terhadap lingkungan pasar, selera konsumen dan juga ekspektasi baru. Akan lebih mudah menemukan ide ide baru, sekaligus akan lebih flexible.

Berfikir Optimis.

Tidak waspada kirsis bisa bahaya, namun berfikir dan terlalu ketakutan terhadap krisis, maka kaki kaki akan mengalami kram dan sudah tak mampu bergerak lagi. Layaknya seorang penakut melihat hantu. Jangankan melangkah, berteriakpun sudah tidak keluar suaranya.

Mulai berfikir bahwa krisis adalah peluang untuk menyalip para pesaing. Layaknya pembalap yang memanfaatkan tikungan untuk mendahului lawanya.

Kita sering mendengar, menyalip ditikungan. Memang itu caranya yang prosentase berhasilnya tinggi. Lebih berani mengambil risiko, memanfaatkan ketakutan lawan dan pola pola kebiasaan. Perhatikan, ketika kita menyetir di tikungan, maka polanya adalah pindah gigi lebih rendah dan injak rem. Tentu ini beda dengan pola pikir orang yang ingin menyalip. Awas, lebih waspada, jaga keseimbangan dan Gas!!!!! untuk menyalip pesaing.

Krisis, adalah hal yang terbaik untuk memenangkan persaingan, dan memunculkan pribadi pribadi unggulan. Pahlawan tidak akan pernah ada, ketika krisis tidak terjadi. Tidak akan ada Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Umar, Hasanudin, kalau tidak ada bangsa-bangsa Eropa waktu itu, yang rakus dan meraup harta kekayaan negeri Indonesia.

Membangun mentalitas penakluk

Masalah? Makin sulit? Wah makin seru. Anda pernah main game, entah game komputer, Play station, Game watch dan sejenisnya. Pada awal anda belajar, maka anda akan bermain dengan level satu yang paling rendah dan paling gampang.

Anda betah bermain dengan level satu? Oh no! Ketika anda sudah selalu menang, atau mencapai score tertinggi, maka saatnya anda merubah level diatasnya. Level dua. Tantangan lebih sulit, namun hasil lebih tinggi. Semakin tinggi level, maka semakin tinggi hasilnya. Dan tentu semakin asyik bermain.

Taklukan krisis, dan katakan selamat datang kami siap menyambutmu dengan gembira. Selalu ada jalan keluar selalu banyak jalan keluar. Ini adalah sebuah permainan seru yang harus dimenangkan.

Anda pernah melihat orang bermain game berjam jam. Tidak dibayar, bahkan membayar. Mengapa mereka mau melakukan itu? Bagaimana seandainya Anda mengangap menaklukan krisis sebagai sebagai permainan yang harus ditaklukan. bagaimana anda menganggap target sales sebagai permainan yang harus ditaklukan.

Kalahkan target anda. Capai yang lebih tinggi. Anda akan mendapat sensasi penakluk, anda akan memiliki pertumbuhan percaya diri dan harga diri. Anda akan terlatih sebagai petarung handal, sedang hasilnya, uang, adalah bonus yang otomatis untuk setiap prestasi dalam bekerja.

 

by Hari Subagya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: